Operasi Hitung Campuran: Urutan Pengerjaan
Dalam matematika, sering ditemui soal yang melibatkan lebih dari satu operasi hitung, seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian. Untuk menyelesaikan soal seperti ini, diperlukan aturan urutan pengerjaan yang tepat agar hasil perhitungan benar.
Pengertian Operasi Hitung Campuran
Operasi hitung campuran adalah operasi hitung yang menggunakan lebih dari satu jenis operasi, misalnya penjumlahan dengan perkalian atau pengurangan dengan pembagian.
Contoh: 12 + 6 × 2 – 4
Aturan Urutan Pengerjaan
-
Kerjakan operasi dalam tanda kurung terlebih dahulu.
Apabila ada tanda kurung, selesaikan yang berada di dalam kurung sebelum melanjutkan ke operasi lainnya. -
Kerjakan perkalian dan pembagian dari kiri ke kanan.
Jika dalam soal terdapat perkalian dan pembagian, dahulukan operasi tersebut sesuai urutannya dari kiri ke kanan. -
Kerjakan penjumlahan dan pengurangan dari kiri ke kanan.
Setelah perkalian dan pembagian selesai, barulah lakukan penjumlahan atau pengurangan sesuai urutan dari kiri ke kanan.
Contoh Soal dan Penyelesaian
-
20 – 6 ÷ 3 = …
-
Langkah 1: Kerjakan pembagian terlebih dahulu → 6 ÷ 3 = 2
-
Langkah 2: Lanjutkan pengurangan → 20 – 2 = 18
Jawaban: 18
-
-
(8 + 4) × 3 = …
-
Langkah 1: Hitung yang di dalam kurung → 8 + 4 = 12
-
Langkah 2: Kalikan hasilnya dengan 3 → 12 × 3 = 36
Jawaban: 36
-
-
15 + 12 ÷ 4 × 2 – 5 = …
-
Langkah 1: Kerjakan pembagian → 12 ÷ 4 = 3
-
Langkah 2: Kalikan hasilnya → 3 × 2 = 6
-
Langkah 3: Hitung penjumlahan dan pengurangan dari kiri ke kanan → 15 + 6 – 5 = 16
Jawaban: 16
-
Kesimpulan
Urutan pengerjaan dalam operasi hitung campuran sangat penting untuk mendapatkan jawaban yang benar. Aturan utama yang harus diingat adalah:
-
Kerjakan tanda kurung terlebih dahulu.
-
Dahulukan perkalian dan pembagian.
-
Lanjutkan dengan penjumlahan dan pengurangan.
Dengan memahami aturan ini, siswa akan lebih mudah menyelesaikan soal-soal operasi hitung campuran dengan tepat.
