Mengubah Pecahan ke Bentuk Desimal Sederhana
Pengertian
Pecahan biasa (misalnya a/b) dapat diubah menjadi bentuk desimal dengan melakukan pembagian (a ÷ b).
Bentuk desimal yang diperoleh bisa memiliki jumlah angka di belakang koma (desimal) tergantung hasil pembagiannya (misalnya 0,3; 0,25; 0,125; dst).
Dalam buku Matematika untuk SD/MI Kelas IV (edisi Kurikulum 2013, BSE), materi tentang pecahan desimal persepuluhan dan perseratusan serta cara mengubah pecahan ke bentuk desimal dibahas pada Bab 2, halaman sekitar Bab 2 | Pecahan, bagian D (halaman 71–75)
Langkah Umum
- Lakukan pembagian pembilang oleh penyebut (a ÷ b).
- Jika menghasilkan pembagian dengan sisa, teruskan pembagian hingga memperoleh angka di belakang koma.
- Jika pembagian menghasilkan sisa nol, maka angka desimal berakhir (desimal sederhana).
- Bila hasilnya berkoma, tentukan jumlah angka di belakang koma sesuai kebutuhan (tergantung sampai selesai atau dibatasi).
Contoh Operasi
Contoh 1: Ubah 3/5 menjadi desimal
- Hitung (3 ÷ 5 = 0,6)
- Hasilnya tidak ada sisa → bentuk desimal sederhana adalah 0,6
Contoh 2: Ubah 7/4 menjadi desimal
- Hitung (7 ÷ 4 = 1) sisa 3
- Lanjutkan: sisa 3 menjadi 30 (ketika dikalikan 10), (30 ÷ 4 = 7) sisa 2
- Lanjutkan: sisa 2 menjadi 20, (20 ÷ 4 = 5) sisa 0
- Jadi hasilnya 1,75
Contoh 3: Ubah 2/8 menjadi desimal
- Hitung (2 ÷ 8 = 0) sisa 2
- Lanjutkan: sisa 2 → 20, (20 ÷ 8 = 2) sisa 4
- Lanjut: sisa 4 → 40, (40 ÷ 8 = 5) sisa 0
- Hasil: 0,25

Catatan
- Pecahan yang penyebutnya faktor dari 10 atau 100 (misalnya 2, 4, 5, 10, 20, 25, 50, 100) lebih mudah diubah menjadi desimal karena pembagian cenderung “halus”.
- Bila penyebutnya bilangan lain (misalnya 3, 7, 9), pembagiannya bisa menghasilkan desimal tak hingga atau berulang (bukan desimal “sederhana”).
