Pembagian Sebagai Kebalikan dari Perkalian
Pendahuluan
Dalam materi “Pembagian sebagai kebalikan dari perkalian” mengenalkan konsep bahwa operasi pembagian dapat dipahami sebagai proses mencari “berapa banyak kelompok” atau “berapa tiap bagian” ketika suatu jumlah dibagi secara merata. Dengan memahami perkalian sebagai penjumlahan berulang, pembagian berfungsi sebaliknya: memecah jumlah menjadi bagian-bagian sama banyak.
Menurut buku BSE, dijelaskan bahwa:
“Perkalian merupakan penjumlahan berulang. Contoh: 3 × 8 = 8 + 8 + 8 = 24. Pembagian merupakan kebalikan dari perkalian. Contoh: 3 × 2 = 6 maka 6 : 2 = 3 atau 6 : 3 = 2.”
Rangkuman Inti
| Konsep | Penjelasan |
|---|---|
| Perkalian | Penjumlahan berulang: 3 × 8 = 8 + 8 + 8 = 24 |
| Pembagian | Sebaliknya: 6 : 2 = 3 (karena 3 × 2 = 6), atau 6 : 3 = 2 |
| Alternatif | Pembagian juga dijelaskan sebagai pengurangan berulang, misalnya: 27 : 9 = 27 – 9 – 9 – 9 = 0. |
Contoh Operasi
- Perkalian → Pembagian
- 4 × 3 = 12 → artinya 12 : 3 = 4 (karena 4 kelompok × 3 = 12)
- Atau 12 : 4 = 3 (karena 3 × 4 = 12)
- Percobaan Pengurangan Berulang
- 18 : 6 = ?
Jika 6 diambil secara berulang: 18 – 6 = 12 → 12 – 6 = 6 → 6 – 6 = 0 → pada pengurangan ketiga akhirnya 0, artinya 18 : 6 = 3.
Juga cocok dengan konsep: 3 × 6 = 18.
- 18 : 6 = ?
- Tampilan Visual (dalam tabel perkalian)
- Jika ada tabel perkalian, cari baris pembagi (misal 5) dan angka yang dibagi (misal 35), lalu ke atas untuk menemukan hasil bagi: 35 : 5 = 7.

Sumber Referensi
- Materi dijumpai dalam Rangkuman materi Matematika Kelas 2 SD dari BSE, salah satunya via Scribd, yang menyampaikan ringkasan konsep dengan jelas dan mencakup perkalian berulang, pembagian sebagai kebalikan, serta contoh-operasinya.
