Peran Orang Tua dalam Membantu PR Matematika
Peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak belajar, termasuk saat mengerjakan PR matematika. Kehadiran orang tua bukan hanya membantu anak menyelesaikan soal, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan kebiasaan belajar yang baik.
Matematika sering dianggap sulit oleh sebagian anak, padahal jika dipahami dengan pendekatan yang tepat, konsepnya bisa lebih mudah dimengerti. Orang tua dapat berperan sebagai fasilitator, bukan sekadar pemberi jawaban. Misalnya, dengan memberi petunjuk langkah demi langkah atau mengaitkan soal dengan kehidupan sehari-hari.
Contoh Operasi Matematika
Seorang anak mendapat PR:
Hitunglah hasil dari 125 + 275.
Langkah orang tua dalam membantu:
- Tunjukkan cara menyusun bilangan secara vertikal.
125 + 275 ----- 400 - Jelaskan bahwa penjumlahan dimulai dari satuan, puluhan, kemudian ratusan.
Dengan cara ini, anak tidak hanya tahu hasilnya (400), tetapi juga memahami prosesnya.
Sumber Rujukan
Buku Sekolah Elektronik (BSE) Matematika Kelas IV, Bab Operasi Hitung Bilangan, halaman 15–16, Kementerian Pendidikan Nasional.
Kesimpulan
Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak belajar matematika. Dengan mendampingi secara sabar, mengaitkan soal dengan kehidupan sehari-hari, serta mengajarkan langkah penyelesaian, anak akan lebih mudah memahami konsep dan menyukai matematika.
