🍎 Pengurangan Menggunakan Benda Konkret
📌 Pendahuluan
Dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, pengenalan operasi hitung tidak hanya dilakukan dengan simbol angka, tetapi juga menggunakan media nyata. Salah satu materi penting yang diajarkan adalah pengurangan. Pengurangan sering diartikan sebagai proses mengambil atau mengurangi sebagian dari sejumlah benda.
Agar siswa lebih mudah memahami, guru biasanya menggunakan benda konkret seperti kelereng, pensil, buah, atau balok mainan. Dengan demikian, siswa tidak hanya menghafal hasil, tetapi juga memahami makna dari pengurangan. Misalnya, jika ada 5 apel kemudian dimakan 2, maka apel yang tersisa adalah 3.
📚 Konsep Dasar Pengurangan
Pengurangan adalah kebalikan dari penjumlahan. Jika penjumlahan berarti menambah, maka pengurangan berarti mengambil atau mengurangi. Dengan benda konkret, siswa bisa melakukan simulasi langsung.
👉 Contoh sederhana:
Ada 6 pensil di meja.
2 pensil diambil.
Pensil yang tersisa adalah 4.
Secara matematis ditulis: 6 – 2 = 4.
Dengan menggunakan benda konkret, anak-anak dapat melihat langsung proses “pengurangan” ini. Mereka tahu bahwa jumlah benda berkurang karena sebagian diambil.
📝 Contoh Operasi Pengurangan dengan Benda Konkret
Soal 1
Dita memiliki 8 kelereng.
Ia memberikan 3 kelereng kepada temannya.
Berapa kelereng Dita sekarang?
👉 Jawaban: 8 – 3 = 5. Jadi, kelereng Dita sekarang ada 5 buah. 🎉
Soal 2
Budi mempunyai 10 permen.
4 permen dimakan.
Berapa permen yang tersisa?
👉 Jawaban: 10 – 4 = 6. Jadi, sisa permennya ada 6 buah. 🍬
Soal 3
Ada 7 apel di keranjang.
2 apel dimakan.
Berapa apel yang tersisa?
👉 Jawaban: 7 – 2 = 5. Jadi, apel yang tersisa ada 5 buah. 🍎
📖 Sumber Referensi
Materi tentang pengurangan menggunakan benda konkret dapat ditemukan dalam:
Buku Sekolah Elektronik (BSE) Matematika Kelas 2 SD Kurikulum 2013 Revisi, oleh Kemendikbud.
Halaman pembahasan pengurangan dengan benda konkret: Halaman 42 – 44.
