Mengukur Denyut Nadi Sebelum dan Sesudah Lari
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mempelajari matematika melalui kegiatan sederhana. Salah satunya adalah dengan mengukur denyut nadi sebelum dan sesudah lari. Denyut nadi menunjukkan jumlah detakan jantung per menit, yang dapat berubah sesuai aktivitas tubuh. Saat istirahat, denyut nadi biasanya lebih rendah, sedangkan setelah berlari atau berolahraga, denyut nadi akan meningkat.
Contoh Operasi Perhitungan
Misalkan seorang siswa menghitung denyut nadi selama 15 detik:
- Sebelum lari: 20 kali
- Sesudah lari: 32 kali
Untuk menghitung jumlah denyut per menit, kita kalikan dengan 4 (karena 1 menit = 60 detik, dan 60 ÷ 15 = 4).
- Sebelum lari:
( 20 X 4 = 80 ) kali/menit - Sesudah lari:
( 32 X 4 = 128 ) kali/menit
Jadi, terdapat selisih 48 kali/menit antara denyut nadi sebelum dan sesudah lari.

Kesimpulan
Kegiatan ini mengajarkan siswa memahami operasi perkalian sederhana serta perbedaan kondisi tubuh dalam aktivitas sehari-hari. Matematika tidak hanya ada di buku, tetapi juga dekat dengan pengalaman kita.
Sumber
BSE Matematika Kelas V, Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2008, hal. 36–37.
