Menghitung Jumlah Kelereng dengan Pembagian Bersisa

Pembagian bersisa adalah operasi pembagian di mana jumlah yang dibagi tidak habis dibagi oleh pembagi, sehingga ada sisa. Dalam konteks kelereng, kita bisa menggunakan pembagian bersisa untuk menentukan berapa banyak kelereng yang setiap orang dapat jika dibagikan sama banyak, dan berapa kelereng yang tersisa.
Operasi ini penting karena membantu siswa memahami:
- konsep hasil bagi (quotient) dan sisa (remainder),
- bagaimana pembagian dilakukan ketika tidak bisa habis dibagi,
- formulasi matematika dari masalah sehari-hari.
Rumus / Notasi
Jika kita punya suatu bilangan B (jumlah kelereng yang dibagi), dan ingin membaginya ke dalam p orang, maka:
- Hasil bagi = ⌊ B ÷ p ⌋ (bilangan bulat bagian bagiannya)
- Sisa = B − (p × hasil bagi)
Ditulis sebagai:
B : p = q sisa r
di mana q = hasil bagi, r = sisa, dan 0 ≤ r < p
Contoh Operasi
Contoh 1:
“Ani punya 29 kelereng. Ia ingin membagikan kelereng itu ke 5 temannya sama banyak. Berapa kelereng tiap teman mendapat, dan berapa sisa kelereng Ani?”
- B = 29, p = 5
- 29 ÷ 5 = 5 sisa 4
- Jadi tiap teman Ani mendapat 5 kelereng, dan Ani mempunyai 4 kelereng yang tersisa (tidak dapat dibagikan).
Contoh 2:
“Jika ada 54 kelereng dan dibagikan kepada 7 orang, sama banyak, berapa sisa kelereng?”
- 54 ÷ 7 = 7 sisa 5
- Setiap orang mendapat 7 kelereng, dan tersisa 5 kelereng.
Ilustrasi
Misalkan digambar:
- Sebuah gambar kotak besar berisi 29 bola (kelereng).
- Dikelompokkan menjadi 5 kolom, tiap kolom mewakili 1 teman.
- Isi tiap kolom diisi masing-masing 5 bola → total digunakan 5 × 5 = 25 bola.
- Bola yang tersisa sebanyak 4 diletakkan di luar kolom-kolom, menunjukkan sisa.
Hubungan dengan Kurikulum dan Sumber BSE
Buku Matematika untuk SD/MI Kelas IV edisi Kurikulum Merdeka (BSE) memuat materi “Pembagian dengan Bilangan Satu-Angka” dan “Pembagian Bersisa”.
- Misalnya pada halaman 45–50 materi “Pembagian Bersusun / Pembagian dengan Bilangan Satu-Angka” termasuk soal pembagian bersisa.
- Buku tersebut menyertakan latihan soal seperti “48 : 9 = 5 sisa 3” sebagai contoh sederhana pembagian bersisa.
Kesimpulan
Pembagian bersisa adalah konsep dasar yang sangat berguna, terutama dalam konteks membagikan benda nyata seperti kelereng. Dengan belajar pembagian bersisa, siswa dapat:
- memahami bagaimana menangani situasi ketika pembagian tidak habis,
- mengembangkan kecermatan dalam operasi bilangan,
- menerjemahkan masalah nyata ke dalam kalimat matematika.
