More
    HomeUncategorizedMENGHITUNG DISKON GANDA PADA PRODUK

    MENGHITUNG DISKON GANDA PADA PRODUK

    Published on

    spot_img

    🛍️ Menghitung Diskon Ganda pada Produk

     

    📚 Pengantar

    Diskon ganda adalah potongan harga yang diberikan lebih dari satu kali pada suatu produk. Misalnya, sebuah toko memberikan diskon 20% terlebih dahulu, kemudian memberikan diskon 10% lagi dari harga setelah diskon pertama. Konsep ini sering ditemui saat belanja, terutama saat promosi besar-besaran. 😃

     

    Banyak orang keliru dengan menjumlahkan diskon begitu saja (misal: 20% + 10% = 30%), padahal cara ini tidak tepat. Diskon kedua dihitung dari harga yang sudah didiskon pertama, bukan dari harga awal.

     

    ✨ Rumus Menghitung Diskon Ganda

     

    Jika harga awal = H

    Diskon pertama = D₁%

    Diskon kedua = D₂%

     

    Maka:

    1️⃣ Harga setelah diskon pertama = H × (1 − D₁/100)

    2️⃣ Harga setelah diskon kedua = Harga setelah diskon pertama × (1 − D₂/100)

     

    Sehingga harga akhir:

    ➡️ Hₐkhir = H × (1 − D₁/100) × (1 − D₂/100)

     

    🧮 Contoh Operasi Diskon Ganda

     

    Contoh Soal:

    Sebuah jaket berharga Rp400.000 mendapatkan diskon 25% lalu diskon 10% lagi. Berapa harga akhirnya?

     

    Penyelesaian:

     

    Hitung diskon pertama:

     

    25% dari Rp400.000 = Rp100.000

     

    Harga setelah diskon pertama = Rp400.000 − Rp100.000 = Rp300.000

     

    Hitung diskon kedua:

     

    10% dari Rp300.000 = Rp30.000

     

    Harga setelah diskon kedua = Rp300.000 − Rp30.000 = Rp270.000

     

    Jawaban: Harga akhir jaket tersebut adalah Rp270.000. ✅

     

    🧾 Tips Menghindari Kesalahan

     

    ❌ Jangan jumlahkan persentase diskon langsung (25% + 10% ≠ 35%).

     

    ✔️ Selalu terapkan diskon kedua pada harga setelah diskon pertama.

     

    ✔️ Gunakan kalkulator jika persentase sulit.

     

    😊 Perhatikan promo yang kadang menyebut “diskon total” agar tidak salah persepsi.

     

    📗 Referensi

     

    BSE Matematika SMP Kelas VII, Kemendikbud, Edisi Revisi 2017, hlm. 152–153 (Bagian: Diskon dan Harga Jual).

    Latest articles

    Integral Tak Tentu (Kelas 12 SMA): Pengertian, Rumus Dasar, dan Contoh Soal Lengkap

    Jika turunan (derivative) adalah proses memecah, maka integral adalah proses menyusun kembali. Di kelas...

    Keliling dan Luas Bangun Datar (Kelas 4 SD): Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal Lengkap

    Matematika di kelas 4 SD mulai mengenalkan konsep geometri dasar, salah satunya adalah keliling...

    Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) – Kelas 8 SMP: Pengertian, Metode, dan Contoh Soal Lengkap

    Matematika di kelas 8 SMP mulai mengajak kita berpikir lebih logis dan sistematis. Salah...

    Pecahan Campuran (Kelas 6 SD): Pengertian, Cara Menghitung, dan Contoh Soal Lengkap

    Matematika di kelas 6 SD mulai memperkenalkan konsep yang lebih kompleks, salah satunya adalah...

    More like this

    Integral Tak Tentu (Kelas 12 SMA): Pengertian, Rumus Dasar, dan Contoh Soal Lengkap

    Jika turunan (derivative) adalah proses memecah, maka integral adalah proses menyusun kembali. Di kelas...

    Keliling dan Luas Bangun Datar (Kelas 4 SD): Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal Lengkap

    Matematika di kelas 4 SD mulai mengenalkan konsep geometri dasar, salah satunya adalah keliling...

    Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) – Kelas 8 SMP: Pengertian, Metode, dan Contoh Soal Lengkap

    Matematika di kelas 8 SMP mulai mengajak kita berpikir lebih logis dan sistematis. Salah...