📊 Membandingkan Data Penjualan Menggunakan Grafik Batang
Grafik batang adalah salah satu cara visual untuk menyajikan data agar mudah dipahami ✨. Dalam dunia bisnis, grafik batang digunakan untuk membandingkan data penjualan berbagai produk, bulan, atau cabang toko 🏬. Dengan grafik batang, perbedaan penjualan akan terlihat jelas melalui panjang batang.
✨ Cara Membuat Grafik Batang
Kumpulkan Data Penjualan – Misalnya, data penjualan sepatu Januari–Maret.
Tentukan Sumbu X dan Y –
Sumbu X = kategori (misal bulan).
Sumbu Y = jumlah penjualan.
Gambar Batang – Panjang batang sesuai dengan nilai data penjualan.
Bandingkan – Lihat batang yang lebih tinggi untuk mengetahui penjualan tertinggi.
📌 Contoh Operasi
Misal data penjualan buku:
Januari = 50
Februari = 70
Maret = 60
Langkah:
– Gambar sumbu X: Januari, Februari, Maret.
– Sumbu Y: jumlah penjualan (0–80).
– Gambar batang: Januari (50), Februari (70), Maret (60). ✅
✏️ Contoh Soal (bisa disalin)
1. Sebuah toko menjual baju selama 4 bulan: Januari (40), Februari (55), Maret (35), April (50). Buat grafik batang dan tentukan bulan dengan penjualan tertinggi.
2. Data penjualan minuman: A = 30, B = 45, C = 20, D = 50. Buat grafik batang dan tentukan produk dengan penjualan terendah.
3. Tabel penjualan sepatu: Senin (25), Selasa (30), Rabu (28), Kamis (35), Jumat (32). Buat grafik batang dan tentukan hari dengan penjualan tertinggi.
📑 Sumber
BSE Matematika Kelas 6 SD/MI – Kemendikbud RI, Bab “Penyajian Data Menggunakan Grafik Batang”, halaman 115–117.
