Artikel: Berbagi Permen ke Teman — Latihan Pembagian Kontekstual

Pendahuluan
Pembagian adalah salah satu operasi dasar aritmetika yang penting dalam matematika. Agar siswa memahami pembagian tidak hanya sebagai hitungan abstrak, tetapi juga sebagai kegiatan nyata, pembelajaran kontekstual sangat berguna. Salah satu cara penyampaian secara kontekstual adalah melalui cerita “berbagi permen ke teman.” Dengan aneka permen sebagai objek yang mudah divisualisasikan, siswa dapat memahami:
- Apa itu yang dibagikan (jumlah permen total),
- Berapa banyak yang akan menerima (jumlah teman/pembagi),
- Dan berapa banyak yang akan diterima masing-masing (hasil bagi).
Mengapa Kontekstual Penting
- Membantu siswa mengaitkan matematika dengan kehidupan sehari-hari.
- Meningkatkan motivasi belajar karena materi terasa relevan.
- Melatih kemampuan problem solving dan berpikir logis karena siswa harus menginterpretasi teks cerita, menentukan operasi yang tepat, dan menyelesaikannya.
Contoh Operasi “Berbagi Permen ke Teman”
Berikut contoh soal dan penyelesaiannya:
Soal: Ani punya 24 permen. Ia ingin membagikan permen tersebut secara sama banyak kepada 4 temannya. Berapa banyak permen yang diterima setiap teman?
- Jumlah permen total = 24
- Jumlah teman (pembagi) = 4
- Operasi: 24 ÷ 4
Penyelesaian:
- 24 dibagi 4 = 6
- Jadi, setiap teman Ani menerima 6 permen.
Referensi dari BSE Matematika (SD/MI)
Buku Sekolah Elektronik (BSE) Matematika sesuai Kurikulum 2013 / Kurikulum Merdeka memuat materi pembagian bilangan cacah, termasuk soal-cerita berbagi permen:
- Di buku Matematika SD/MI Kelas IV, terdapat soal cerita “satu kaleng permen berisi 48 biji permen. Kaleng tersebut dibagikan sama banyak kepada Andi, Azizah, Drio, dan Candra; berapa banyak permen yang diterima oleh masing-masing anak?” hal 45-46.
- Materi “Pembagian dua bilangan asli” juga terdapat di buku Matematika kelas VI sebagai contoh pembagian kontekstual.
Kesimpulan
Latihan pembagian melalui konteks seperti “berbagi permen ke teman”:
- Membantu siswa memahami arti pembagian secara konkret.
- Mempermudah mengingat langkah-langkah pembagian (yang dibagi ÷ pembagi = hasil bagi).
- Sesuai dengan materi di buku BSE Matematika kelas IV (dan juga kelas lainnya), terutama pada halaman 45-46.
