Pembagian dengan Sisa: Cara Mudah Memahaminya
Dalam matematika, kita sering bertemu soal pembagian. Tapi tidak semua pembagian menghasilkan angka yang pas. Kadang, ada angka yang “kelebihan” setelah dibagi, dan angka itulah yang disebut sisa.
Apa Itu Pembagian dengan Sisa?
Pembagian dengan sisa terjadi ketika suatu bilangan dibagi dengan bilangan lain, tetapi hasilnya tidak bulat. Rumus umumnya bisa ditulis:
a=(b×q)+ra = (b × q) + r
Keterangan:
-
a = bilangan yang dibagi (dividen)
-
b = bilangan pembagi (divisor)
-
q = hasil pembagian (quotient)
-
r = sisa (remainder), dengan syarat 0≤r<b0 ≤ r < b
Contoh sederhana:
-
10 ÷ 3 = 3 sisa 1, karena 10=(3×3)+110 = (3 × 3) + 1.
Contoh Lainnya
-
17 ÷ 5 = 3 sisa 2, karena 17=(5×3)+217 = (5 × 3) + 2.
-
22 ÷ 4 = 5 sisa 2, karena 22=(4×5)+222 = (4 × 5) + 2.
-
7 ÷ 2 = 3 sisa 1, karena 7=(2×3)+17 = (2 × 3) + 1.
Trik Cepat Memahami
-
Bayangkan dengan benda nyata.
Misalnya, kamu punya 22 permen, lalu dibagi rata ke 4 teman. Masing-masing akan dapat 5 permen, dan masih ada sisa 2 permen. -
Gunakan garis bilangan.
Lihat berapa kali angka pembagi bisa masuk ke bilangan yang dibagi, lalu hitung kelebihannya. -
Latihan soal sederhana.
-
15 ÷ 4 = ?
Jawab: 4 × 3 = 12, sisa 3 → jadi hasilnya 3 sisa 3. -
29 ÷ 6 = ?
Jawab: 6 × 4 = 24, sisa 5 → jadi hasilnya 4 sisa 5.
Kesimpulan
Pembagian dengan sisa membantu kita memahami bahwa tidak semua bilangan bisa dibagi rata. Konsep ini sangat penting, terutama ketika belajar aritmetika, pecahan, atau bahkan algoritma di komputer. Kuncinya adalah menemukan berapa kali pembagi bisa masuk ke bilangan yang dibagi, lalu hitung sisanya.
