More
    HomeMatematika Kelas 4Mengukur Waktu Tetesan Air dari Keran yang Bocor

    Mengukur Waktu Tetesan Air dari Keran yang Bocor

    Published on

    spot_img

    Mengukur Waktu Tetesan Air dari Keran yang Bocor

    Pendahuluan

    Keran yang bocor meneteskan air secara terus-menerus, dan ini merupakan contoh nyata dari pemborosan sumber daya. Dari sudut pandang matematika, hal ini bisa digunakan untuk memahami konsep laju, fungsi linear sederhana, dan pengukuran waktu. Kita bisa memodelkan hubungan antara jumlah tetesan air yang jatuh dengan waktu yang berlalu.

    Model Matematika

    Misalkan:

    • Setiap tetes air keluar setiap tt detik (tetapan),
    • y adalah jumlah tetesan yang jatuh setelah x detik.

    Maka kita punya fungsi linier:

     


    Contoh Operasi

    Contoh 1

    Misalkan sebuah keran bocor yang menetes sekali tiap 2 detik. Berapa banyak tetesan yang jatuh setelah:

    • a) 10 detik
    • b) 1 menit = 60 detik

    Penyelesaian:

    Contoh 2

    Jika diketahui setelah 45 tetesan, waktu yang dibutuhkan adalah berapa jika keran menetes setiap 3 detik?


    Hubungan Dengan Kurikulum & BSE Matematika

    Dalam Buku Sekolah Elektronik (BSE) Matematika Kelas VIII SMP/MTs Kurikulum 2013, topik mengenai pemborosan seperti keran menetes disebutkan di bagian aktivitas Projek 3.2:

    “Cobalah temukan bentuk-bentuk ‘PEMBOROSAN’ di dalam kehidupan di rumah atau di sekolah (misalnya: membiarkan keran air tetap menetes …)”

    Aktivitas ini mendorong siswa untuk mengamati fenomena nyata dan kemudian merumuskan fungsi atau analisis matematis dari pemborosan tersebut. Hal ini terkait dengan kompetensi dasar pada materi fungsi linier / hubungan waktu dan jumlah, yang muncul di kelas 8.


    Kesimpulan

    • Model sederhana dari tetesan air yang bocor dapat dimodelkan sebagai fungsi linier y=kxy = kx, di mana kk adalah tetesan per detik.
    • Dengan data tetapan waktu tetesan, kita bisa menghitung jumlah tetesan dalam rentang waktu tertentu, atau sebaliknya.
    • Tema keran bocor juga termasuk dalam aktivitas pembelajaran pada BSE Matematika Kelas 8 sebagai contoh pemborosan nyata yang perlu dikaji matematis.

    Referensi

    • Buku Siswa Matematika Kelas VIII SMP/MTs Semester I, Kurikulum 2013, Aktivitas Projek 3.2, “pemborosan seperti keran air tetap menetes”. Halaman terkait aktivitas ini.
    • Buku Siswa Matematika Kurikulum 2013 untuk Kelas VIII, Bab Fungsi / Relasi.

     

    Belajar Pecahan dengan Memotong Kue Ulang Tahun

    Latest articles

    Integral Tak Tentu (Kelas 12 SMA): Pengertian, Rumus Dasar, dan Contoh Soal Lengkap

    Jika turunan (derivative) adalah proses memecah, maka integral adalah proses menyusun kembali. Di kelas...

    Keliling dan Luas Bangun Datar (Kelas 4 SD): Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal Lengkap

    Matematika di kelas 4 SD mulai mengenalkan konsep geometri dasar, salah satunya adalah keliling...

    Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) – Kelas 8 SMP: Pengertian, Metode, dan Contoh Soal Lengkap

    Matematika di kelas 8 SMP mulai mengajak kita berpikir lebih logis dan sistematis. Salah...

    Pecahan Campuran (Kelas 6 SD): Pengertian, Cara Menghitung, dan Contoh Soal Lengkap

    Matematika di kelas 6 SD mulai memperkenalkan konsep yang lebih kompleks, salah satunya adalah...

    More like this

    Integral Tak Tentu (Kelas 12 SMA): Pengertian, Rumus Dasar, dan Contoh Soal Lengkap

    Jika turunan (derivative) adalah proses memecah, maka integral adalah proses menyusun kembali. Di kelas...

    Keliling dan Luas Bangun Datar (Kelas 4 SD): Pengertian, Rumus, dan Contoh Soal Lengkap

    Matematika di kelas 4 SD mulai mengenalkan konsep geometri dasar, salah satunya adalah keliling...

    Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) – Kelas 8 SMP: Pengertian, Metode, dan Contoh Soal Lengkap

    Matematika di kelas 8 SMP mulai mengajak kita berpikir lebih logis dan sistematis. Salah...